Bayi gemuk belum tentu sehat, tahukan Anda fakta tersebut? Selama ini kebanyakan orangtua menganggap bahwa gemuk adalah pertanda sehat. Sebagian masyarakat bahkan berpendapat bahwa bayi yang gemuk sangat lucu, menarik, dan menggemaskan sehingga mereka senang jika memiliki bayi gemuk. Bahkan ada yang berpendapat bahwa orangtua yang pandai merawat anak adalah yang memiliki bayi gemuk. Tidak heran jika kemudian orangtua berlomba-lomba untuk menggemukan anaknya dengan berbagai cara. Misalnya memberi makan berlebih. Padahal anggapan seperti itu keliru. Anak yang gemuk mungkin saja sehat, tetapi mungkin juga pertanda bahwa dia sebenarnya malah tidak sehat. Kenapa bisa begitu? Simak pembahasannya di bawah ini:
Beberapa peneliti mengungkapkan bayi yang waktu kecil sangat gemuk cenderung tetap gemuk seumur hidup mereka. Jika seorang menjadi gemuk, tidak berarti sel-sel tubuhnya penuh lemak, tetapi karena sel-sel lemaknya yang bertambah berlipat ganda. Sekali sel-sel lemak ini dibentuk, ia akan tetap tinggal dalam tubuh seumur hidup.
Anak yang terlalu gemuk akan berdampak buruk pada kesehatannya. Berikut ini adalah dampak buruk bayi gemuk terkait kesehatannya:
- Dapat mengakibatkan obesitas. Berdasarkan data yang diperoleh, obesitas pada bayi akan mengakibatkan menurunnya respons imunologik sel T dan sel-sel polimorfonuklear yang berperan sebagai penyangga sistem kekebalan tubuh.
- Dapat meningkatkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru-paru.
- Dapat mengakibatkan napas yang pendek akibat pembesaran kelenjar toksil (amandel) dan adenoid yang mengakibatkan tertutupnya saluran napas atas sehingga terjadi kekurangan oksigen dan saturasi oksigen yang rendah yang disebut Sindroma Chubby Puffer.
- Beberapa fakta menunjukkan bahwa anak yang terlalu gemuk justru akan lambat perkembangannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar