Jumat, 30 November 2012

Clodi si Popok Kain Modern

Popok kain modern dewasa ini telah menjadi akrab ditelinga para Ibu. Popok kain modern ini juga dikenal dengan istilah clodi atau cloth diapers. Secara bahasa cloth diapers memang berarti popok kain. Namun jika dilihat dari bentuknya, clodi tidak sama dengan popok kain yang selama ini dikenal menggunakan tali dan berbentuk popok tetra. Kesamaan fungsi yang berperan untuk menampung pipis bayi lah yang membuat istilah popok kain modern disamakan dengan clodi.

Awal Mula Munculnya Clodi


Popok kain modern bukan berasal dari Indonesia yang saat ini masih merupakan negara berkembang. Popok kain modern umumnya diproduksi oleh negara-negara maju. Faktor teknologi lah yang membuat produksi dan inovasi clodi menjadi lebih berkembang di negara maju tersebut. Namun kata modern dalam konteks popok kain modern tidak terkait langsung dengan teknologi yang menyertai pembuatannya. Modern di sini diartikan memiliki bentuk yang lebih ringkas, praktis, serta memiliki kemampuan yang lebih baik.
Ide yang mengawali lahirnya popok kain modern tidak terlepas dari keberadaan disposable diaper atau popok sekali pakai yang populer pada tahun 90an. Peneliti di negara-negara maju berhasil menemukan fakta bahwa popok sekali pakai atau pospak berdampak buruk bagi kesehatan kulit bayi. Berbeda dengan saat menggunakan popok kain, bayi akan lebih mudah terserang iritasi kulit jika menggunakan pospak. Iritasi kulit pada bayi tersebut biasanya diawali dengan ruam popok akibat pospak.  Itulah awal mula munculnya clodi. Popok kain modern menggabungkan kemudahan pospak dengan manfaat popok kain bagi kesehatan bayi. Penjelasan tentang manfaat popok kain modern dan bahaya pospak dapat dilihat pada artikel lain di situs ini. Namun kami akan tetap mengulasnya secara ringkas pada tulisan ini.


Yang menjadi perhatian kesehatan terkait pospak adalah pewarna sodium polyacrylate (gel penyerap) dan dioxin yang merupakan sebuah hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tisu, sanitary pad dan diaper (popok untuk anak-anak) . Pada masa lalu, sodium polyacrylate sering dikaitkan dengan sindrom TOXIC SHOCK, reaksi alergi dan juga berbahaya karena ternyata bersifat LETAL (menyebabkan kematian) terhadap binatang. Beberapa jenis pewarna dan dioksin menurut EPA (Environmental Protection Agency) diketahui dapat merusak sistem saraf pusat, ginjal dan hati. FDA (Food & Drug Administration) menerima laporan bahwa aroma pada pospak dapat menyebabkan sakit kepala dan ruam. Ada beberapa laporan konsumen (di Amerika) yang terkait pospak, misalnya bau insektisida, bayi yang merobek robek pospaknya dan memasukkan potongan plastik ke dalam mulut dan hidung, tersedak karena perekat dan pelapis.

Pembahasan tentang clodi lainnya akan kami lanjutkan pada tulisan lain pada kesempatan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar